Dear Lelaki ruangan sebelah…
Apa kabarmu hari ini? Ceria kah..?
Sudah beberapa hari yang lalu suratku sampai ke lacimu, kuharap kau membacanya dan tidak terganggu. tentu saja aku tidak ingin membuatmu tak nyaman.
Tiba-tiba, ingin saja aku menceritakan awal mulanya aku menyukaimu, bolehkah? eh ini bukan dialog ya, ku anggap saja kamu tak keberatan.
Kau percaya dengan cinta pada pandangan pertama? Aku? tentu saja percaya, seribu ratus persen percaya. Karena kau lah cinta pada pandangan pertama ku. Kucinta kau didetik ku melihatmu. Konyol memang, mungkin kau bilang klise atau apalah segala macam, tapi karena ku alami sendiri jadi ya berarti aku memang orang konyol.
Ketika kita sama-sama masuk SMA, ku melihatmu.. kau yang sebenarnya biasa-biasa saja. Bukan orang populer dan banyak yang lebih ganteng darimu, walopun kau ganteng juga looh hhihihi..
Tapi kau tak tau aku, pasti tak tau.. aku tetap menjadi orang yang bukan dalam duniamu. Jadi aku cuma memandangimu dari jauh, berharap aku ada dalam sekelabat pandanganmu menyisir, untuk sekedar mendapatkan bonus bisa melihat matamu. Kasihannya aku terhadap diriku. Tapi aku bertahan dengan keadaan itu, karna bagiku, memandangmu cukuplah sudah.
Tahukah kau bahwa aku paling benci hari minggu, itu cuma karena dihari itulah aku tak bisa melihatmu. Setiap hari minggu aku menghitung detik-detiknya berapa lama lagi aku akan bsa melihat wajahmu.
Kalau upacara bendera, aku selalu berusaha berada paling pinnggir barisan bersisian dengan barisan kelasmu, hanya untuk melihat punggungmu saja. Setiap ada perubahan jadwal pelajaran, aku selalu deg-degan, apakah kali ini kelas kita masih tetap digabung dalam praktek olah raga. Walopun biasanya ketika giliran lari aku selalu kalah dalam lomba lari karena lagi-lagi kakiku lemas karena di dekatmu, tapi ya tidak apa-apa. Yang penting kita bisa berada dalam satu kegiatan yang sama. Lagi-lagi, padahal kau lihat saja aku tidak, ya gak?
Demikianlah awal mula aku terikat denganmu, dan apa pengaruhmu terhadap setiap sendi-sendi tubuhku.. Terserah kau percaya atau tidak, aku tak pandai mengarang, inilah yang kurasakan..
Oiya satu lagi, jangan selalu melihat-lihat ke belakang seolah-olah mencari aku kalau di sekolah. Aku pandai menyembunyikan diriku koq
Selamat Sore Lelaki ruangan sebelah..Mimpi manislah malam ini, mudah-mudahan mimpi aku (ah terlalu berharap)
